Metode Investasi Apa Yang Paling Baik? Lump sum, Market Timing, atau Dollar Cost Avaraging?

Ilustrasi Saham (Anna Nekrashevich | Pexels)

Berbicara mengenai investasi itu sangatlah luas karena jaman sekarang ini sangat banyak ragam pilihan investasi mulai dari Emas, Obligasi, Saham, Reksa Dana hingga Mata Uang Kripto. Namun investasi yang membutuhkan modal kecil dimulai dari Rp 1.000 hanya bisa kamu temukan di Reksa Dana. 

Berbicara mengenai Reksa Dana sebenarnya apa sih itu?

Simpelnya Reksa Dana merupakan wadah investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi. Dalam hal ini investasi yang kamu simpan di Reksa Dana akan diinvestasikan kembali ke berbagai instrumen investasi seperti deposito, obligasi atau saham oleh perusahaan yang profesional dibidang investasi yaitu Manajer Investasi.

Seperti kita ketahui, Reksa Dana terdiri dari beberapa jenis yaitu dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran dan Saham, namun dari semuanya itu Reksa Dana Saham lah yang memiliki potensi pengembalian imbal hasil terbesar dan tentunya berbanding lurus dengan tingkat risikonya yang juga paling besar.

Apa saja ragam Reksa Dana Saham?

Sebelum kita mempelajari ragamnya, kita perlu mengetahui seperti apa sih Reksa Dana Saham. 

Reksa Dana Saham adalah jenis Reksa Dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk saham. Dalam hal ini mayoritas uang yang terkumpul akan diinvestasikan dalam bentuk saham, sisanya dalam bentuk instrumen pasar uang seperti deposito maupun uang kas.

Dalam pengelolaan Reksa Dana Saham secara garis besar terbagi menjadi 2 metode yaitu:

1. Pengelolaan Aktif

Strategi pengelolaan ini digunakan oleh mayoritas Manajer Investasi dalam mengelola portofolio sahamnya. Sesuai jenisnya “Aktif” yang berarti mekanisme pemilihan saham dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dengan melakukan riset investasi terlebih dahulu sebelum membeli saham-saham yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. 

Ilustrasi Data Riset

Riset investasi biasanya meliputi:

  • Mencari tahu sosok pemimpin / manajemen perusahaan
  • Mempelajari alur bisnis perusahaan
  • Melihat laporan keuangan perusahaan
  • Menganalisa prospek / potensi pertumbuhan bisnis perusahaan dimasa mendatang.

Hasil riset akan menjadi salah satu pedoman keputusan investasi di Reksa Dana Saham dengan metode pengelolaan Aktif.

Beberapa contoh Reksa Dana Saham dengan metode pengelolaan Aktif antara lain:

  • Batavia Dana Saham Optimal
  • Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A
  • Trim Kapital Plus
  • Dll…

2. Pengelolaan Pasif

Metode pengelolaan pasif ini cukup banyak kamu bisa temukan dipasaran Reksa Dana Saham. Sesuai dengan namanya “Pasif”, pengelolaan Reksa Dana Saham dengan metode pengelolaan pasif cenderung akan selalu mengikuti isi dan pergerakan indeks saham acuannya. 

Beberapa indeks saham yang bisa kamu temui di pasar saham Indonesia antara lain:

  • Indeks LQ45
  • Indeks IDX30
  • Indeks IDX80
  • Indeks SRI-KEHATI
  • Dll…

Reksa Dana Saham dengan pengelolaan pasif ini sangat gampang untuk kamu ketahui karena pada umumnya akan mencantumkan nama Indeks di nama Reksa Dana nya seperti contoh :

  • Avrist Indeks LQ45
  • Batavia LQ45 Plus
  • BNI-AM Indeks IDX30
  • RHB SRI KEHATI Index Fund
  • Dll…

Dari kedua metode diatas yang memiliki risiko lebih rendah tentunya Reksa Dana Saham yang pengelolaannya mengacu indeks tertentu (alias pengelolaan pasif) karena ketika indeks naik maka kinerja dari Reksa Dana Saham tersebut harusnya akan naik, begitu pula sebaliknya. Hal tersebut dikarenakan isi portofolio sahamnya disesuaikan dengan saham-saham yang terdapat di dalam indeks acuannya. 

Play Store 

IOS: App Store 

Website: Makmur.id 

Baca juga: Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berinvestasi, Ketika Pasar Modal Anjlok atau “To the Moon”? 


Posted

in

by

Tags: