Tips Untuk Sehat Jasmani & Finansial di Bulan Ramadan

Ilustrasi Emas (Sumber : Jingming Pan | Unsplash)

Seperti yang kamu ketahui pilhan instrumen investasi itu sangatlah banyak mulai dari Emas, Deposito, Surat Utang / Obligasi, Saham, Reksa Dana & Mata Uang Asing, namun sudahkah kamu ketahui apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Hal mendasar yang perlu kamu ketahui dari setiap instrumen investasi yaitu kelebihan dan kekurangannya apa saja. Yuk mari pelajari satu per satu:

1. Emas

Instrumen investasi ini merupakan instrumen tertua yang sudah digunakan dari zaman sebelum Masehi. 

Emas dari zaman ke zaman digunakan untuk menunjukkan suatu kemewahan dikehidupan sosial sang pemiliknya. Emas pada umumnya digunakan untuk bahan perhiasan seperti anting, kalung, gelang hingga arloji.

Karena kegunaannya yang bisa meningkatkan kehidupan sosial seseorang, nilai dari emas pun kian meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membuat material ini menjadi salah satu instrumen investasi di zaman ini.

Kelebihan :

• Bisa digunakan sebagai bahan perhiasan

• Meningkatkan kehidupan sosial pemiliknya

• Memiliki nilai / harga yang berpotensi untuk naik setiap tahunnya.

Kekurangan :

• Menyimpan Emas fisik dalam jumlah yang besar bisa mengundang tindak kriminal pencurian/perampokan apabila tidak disimpan pada tempat yang aman.

• Likuiditas cukup rendah dimana disaat ingin tukar cepat emas ke mata uang tidaklah mudah untuk mendapatkan pembelinya.

2. Deposito

Deposito merupakan salah satu instrumen investasi dimana kamu dapat menyimpan uangmu dengan tingkat bunga yang lebih tinggi dari tabungan namun memiliki jangka waktu penyimpanan yang dimulai dari 1, 3, 6 hingga 12 bulan.

Deposito masuk dalam salah satu instrumen investasi yang aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan maksimum penjaminan sebesar Rp 2 Miliar.

Namun kamu juga perlu mengetahui bahwa deposito merupakan instrumen yang tingkat likuiditasnya rendah karena harus menunggu hingga jatuh temponya. Apabila pencairan dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo, kamu bisa dikenakan biaya penalti hingga 3% tergantung dari kebijakan masing-masing bank.

Kelebihan :

• Bunga tetap (fixed interest)

• Dijamin oleh LPS

Kekurangan :

• Minimal investasi cukup tinggi yaitu 1 juta hingga 10 juta Rupiah

• Likuiditas rendah karena harus menunggu tanggal jatuh tempo baru dapat dicairkan

• Ada biaya penalti pencairan apabila dicairkan sebelum jatuh tempo

3. Surat Utang / Obligasi 

Ilustrasi Surat Utang (Sumber : Daniel Diesenreither | Unsplash)

Surat Utang atau Obligasi berisikan janji dari perusahaan yang menerbitkan Obligasi untuk membayar bunga (kupon obligasi) dalam periode tertentu dan melunasi pembayaran pokok investasi pada jatuh tempo Obligasi.

Obligasi ini biasa diterbitkan oleh sebuah perusahaan dalam rangka pendanaan finansial, pendanaan proyek baru, ataupun ekspansi perusahaan yang membutuhkan modal yang cukup besar sehingga Obligasi pun diterbitkan.

Simpelnya Obligasi merupakan komitmen suatu perusahaan untuk membayarkan imbal hasil berupa bunga setiap 3 bulan sekali sejak diterbitkannya Obligasi tersebut dan akan melunasi seluruh pokok pinjaman ketika Obligasi sudah jatuh tempo. Jangka waktu Obligasi dimulai dari 1 tahun hingga 20 tahun pun ada.

Selain pembayaran bunga, Obligasi juga bisa diperdagangkan layaknya jual beli emas, namun jumlah pembeli Obligasi tidak sebanyak pembeli emas.

Ketika Obligasi diterbitkan maka harga perdana Obligasi tersebut akan selalu dimulai dengan harga 100. Seiring berjalannya waktu maka harga Obligasi tersebut bisa berubah alias naik / turun tergantung minat pasar (negosiasi antara pembeli & penjual). Ketika jatuh tempo, harga Obligasi akan kembali lagi ke harga awalnya yaitu 100.

Tidak hanya perusahaan swasta, Obligasi juga bisa diterbitkan oleh Negara yang biasa kalian dengar dengan istilah ORI yaitu Obligasi Negara Ritel. Tingkat keamanan ORI sangatlah tinggi atau bisa juga dikatakan risk free alias bebas risiko. Kamu bisa mendapatkan ORI di beberapa pihak yang ditunjuk oleh Negara untuk memasarkannya.

Kelebihan :

• Bunga tetap (fixed coupon)

• Tingkat bunga Obligasi pada umumnya lebih tinggi dari bunga deposito

• Pembayaran bunga terjadwal setiap 3 bulan sekali

• Minimal investasi di ORI dimulai dari 1 Juta Rupiah.

Kekurangan :

• Memiliki risiko gagal bayar (kecuali ORI / Surat Utang yang diterbitkan oleh Negara), maka dari itu setiap Obligasi biasanya diberikan Rating oleh Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) atau Fitch Rating Indonesia. Rating yang rendah cenderung memiliki risiko gagal bayar yang tinggi, begitu pula sebaliknya.

• Memiliki risiko perubahan harga apabila ingin dijual sebelum jatuh tempo.

• Tingkat likuiditas rendah, apabila ingin dijual sebelum jatuh tempo, kamu perlu mencari pembelinya.

• Minimal investasi di Obligasi Korporasi / Swasta yang cukup besar dimulai dari 50 Juta Rupiah.

4. Saham

Per tanggal 14 Maret 2022, berdasarkan data yang diambil melalui website IDX, jumlah perusahaan yang terbuka (listing di bursa) mencapai 786 perusahaan. Apa sih maksudnya?

Perusahaan yang terbuka (Tbk.) merupakan perusahaan yang membuka peluang bagi para investor untuk dapat membeli saham dari perusahaannya. Apa itu saham?

Saham merupakan bukti tanda kepemilikan pada suatu perusahaan. Jadi apabila kamu membeli saham perusahaan A, maka kamu turut menjadi pemilik dari perusahaan tersebut sebesar sekian persen. 

Play Store 

IOS : App Store 

Website : Makmur.id 

Baca juga : Simak Tips & Trik Dalam Memilih Investasi Yang Aman ! 


Posted

in

by

Tags: