Aspek yang Perlu Dipertimbangkan Investor dalam Memilih Growth Stock

Key Takeaways:

  • Growth stock umumnya berasal dari perusahaan yang memiliki laju pertumbuhan pendapatan dan laba lebih cepat dibandingkan perusahaan lain di industri yang sama.
  • Growth stock yang sehat tidak hanya ditunjukkan oleh kenaikan penjualan, tetapi juga kemampuan perusahaan menjaga efisiensi biaya dan meningkatkan margin laba.
  • Competitive advantage sebuah perusahaan seperti hak paten, basis pelanggan yang loyal, atau ekosistem produk yang sulit ditiru akan membantu sahamnya tetap bertumbuh.

Instrumen investasi saham terbagi ke dalam berbagai jenis bila melihat dari karakteristiknya, salah satu yang populer adalah growth stock. Istilah growth stock mulai dipopulerkan oleh Thomas Rowe Price Jr. sebagai strategi investasi pada sekitar tahun 1930–1950-an dan semakin diketahui secara luas setelah Philip A. Fisher merilis buku Common Stocks and Uncommon Profits (1958).

Jika Anda tertarik mengembangkan portofolio investasi dengan potensi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang, growth stock bisa menjadi pilihan menarik. Saham jenis ini merupakan emiten atau perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang pesat dibandingkan rata-rata perusahaan lain di industri yang sama. 

Meski berpotensi tinggi, memilih growth stock tidak bisa terlepas dari risiko. Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan sejumlah aspek penting secara objektif sebelum mengambil keputusan investasi.

Pertimbangan dalam Memilih Growth Stock

Memahami karakteristik growth stock sangat penting agar Anda tidak sekadar tergiur oleh tren atau sentimen pasar sesaat. Berikut adalah aspek-aspek utama yang perlu diperhatikan:

1. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten

Salah satu indikator utama growth stock adalah kemampuan perusahaan menghasilkan pertumbuhan pendapatan tahunan yang tinggi dan konsisten. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mampu meningkatkan pendapatannya sebesar 10–20% setiap tahun selama dua hingga tiga tahun terakhir, ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan tersebut sedang berkembang. Pastikan Anda menganalisis laporan keuangan beberapa tahun terakhir untuk melihat konsistensinya, bukan hanya satu atau dua kuartal.

2. Laba dan margin yang meningkat

Selain pertumbuhan pendapatan, hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya dan menjaga profitabilitas. Pertumbuhan yang sehat bukan hanya terlihat dari peningkatan omzet, tetapi juga dari seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari pertumbuhan tersebut.

Salah satu cara menilainya adalah dengan memperhatikan margin laba, baik margin kotor, margin operasional, maupun margin bersih. Jika margin ini menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, maka perusahaan dapat dikatakan semakin efisien dalam mengendalikan biaya produksi, beban operasional, serta kewajiban finansial. Hal ini menunjukkan model bisnis yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah perusahaan memiliki laporan keuangan seperti di bawah ini:

  • Tahun pertama
  1. Pendapatan Rp100 miliar 
  2. Laba bersih Rp5 miliar. 

Dari data di atas, kita bisa mengetahui margin laba bersihnya adalah 5% yang didapat dari perhitungan ((Rp5 miliar ÷ Rp100 miliar) x 100%).

  • Tahun kedua
  1. Pendapatan naik menjadi Rp120 miliar 
  2. Laba bersih meningkat menjadi Rp9,6 miliar. 

Dari data di atas, kita bisa mengetahui bahwa margin laba bersihnya menjadi 8% dari perhitungan ((Rp9,6 miliar ÷ Rp120 miliar) × 100%). 

Kenaikan margin dari 5% di tahun pertama menjadi 8% pada tahun kedua, menandakan bahwa perusahaan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga semakin efisien dalam mengelola biaya sehingga lebih banyak keuntungan yang bisa dipertahankan.

3. Keunggulan kompetitif 

Selain kinerja keuangan, penting juga menilai apakah sebuah perusahaan memiliki competitive advantage atau moat, keunggulan yang membuat sebuah perusahaan sulit ditiru oleh kompetitor. Keunggulan ini bisa berbentuk hak paten, jaringan distribusi yang kuat, basis pelanggan yang loyal, atau dominasi pasar di segmen tertentu. Semakin kuat competitive moat yang dimiliki, semakin besar peluang perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan dalam jangka panjang.

Sebagai contoh kita ambil dari perusahaan asal Amerika Serikat, yaitu Apple. Perusahaan tersebut memiliki competitive moat yang kuat karena ekosistem produk yang saling terhubung, mulai dari iPhone, iPad, Mac, dan layanan digital. Sehingga, pelanggan cenderung bertahan dan terus menggunakan produk Apple, meskipun ada banyak produk kompetitor di pasar. Situasi serupa juga dapat Anda temukan pada perusahaan lain yang memiliki reputasi kuat atau layanan yang membuat konsumen sulit beralih ke pesaing.

4. Pasar yang besar dan potensial 

Salah satu aspek pertimbangan dalam memilih growth stock adalah adanya ruang pertumbuhan yang masih sangat luas. Perusahaan yang sedang berkembang atau memiliki peluang ekspansi ke wilayah baru biasanya memiliki prospek lebih tinggi dibanding perusahaan yang pasarnya sudah jenuh. Potensi pertumbuhan ini bisa berasal dari faktor geografis, demografis, maupun perkembangan tren industri yang mendukung peningkatan permintaan terhadap produk atau layanan perusahaan. Semakin besar pasar yang bisa digarap, semakin besar pula peluang perusahaan untuk mempertahankan laju pertumbuhannya.

5. Kepemimpinan dan manajemen yang kompeten

Manajemen yang memiliki visi jangka panjang serta rekam jejak baik dalam mengeksekusi strategi adalah salah satu faktor kunci bagi kesuksesan perusahaan. Investor sebaiknya meneliti latar belakang dari jajaran pimpinan dan tim eksekutif, termasuk pengalaman di industri, reputasi profesional, dan bagaimana merespons tantangan pasar. Pemimpin yang mampu mengambil keputusan tepat di saat sulit menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan.

Untuk menilai kualitas manajemen, Anda bisa memperhatikan konsistensi antara janji dan realisasi strategi. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali wawancara media, atau laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika strategi yang dipaparkan pada tahun sebelumnya benar-benar terealisasi pada tahun berikutnya atau sedang dijalankan tahun ini, maka itu adalah tanda manajemen yang kredibel.

6. Valuasi yang wajar

Meskipun growth stock sering diperdagangkan dengan valuasi yang lebih tinggi dibandingkan saham biasa, bukan berarti investor harus membeli pada harga berapa pun. Penting untuk menilai rasio keuangan, salah satunya dengan melihat rasio Price-to-Earnings Growth (PEG), yaitu perbandingan antara rasio harga terhadap laba atau Price-to-Earnings (P/E) dengan tingkat pertumbuhan laba perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami apakah valuasi yang tinggi masih wajar jika dikaitkan dengan prospek pertumbuhannya.

Sebagai contoh, bayangkan dua perusahaan yang sama-sama memiliki pertumbuhan laba sebesar 25% per tahun. 

  • Perusahaan A diperdagangkan dengan rasio P/E sebesar 80. Maka PEG = 80 ÷ 25 = 3,2.
  • Perusahaan B diperdagangkan dengan rasio P/E sebesar 40. Maka PEG = 40 ÷ 25 = 1,6.

Dari hasil perhitungan di atas terlihat bahwa meskipun keduanya memiliki pertumbuhan laba yang sama, Perusahaan B lebih menarik karena PEG-nya lebih rendah. Umumnya, semakin rendah PEG (mendekati 1 atau di bawah 1), semakin wajar atau murah harga saham relatif terhadap potensi pertumbuhannya.

Dengan mempertimbangkan semua aspek yang telah dibahas, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan hasil investasi optimal dari saham-saham pertumbuhan, sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian sebagai investor yang cerdas dan bertanggung jawab.

Namun, perlu diingat bahwa memilih growth stock membutuhkan pengetahuan yang mendalam serta waktu untuk menganalisis laporan keuangan dan memantau perkembangan perusahaan. Jika Anda merasa belum memiliki cukup waktu untuk melakukan analisis, berinvestasi di reksa dana saham bisa menjadi alternatif. 

Melalui reksa dana saham, investasi Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang sudah melakukan analisis mendetail terhadap perusahaan-perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi. Investor juga bisa melihat saham-saham apa saja yang dimiliki oleh reksa dana tersebut melalui prospektus dan fund fact sheet. Dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai strategi investasi, komposisi portofolio, serta kinerja historis dari sebuah produk reksa dana.


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *