Apakah Level IHSG 9000 Sudah Terlalu Tinggi? Ini Cara Menyusun Strategi di Tengah Euforia Pasar

Key Takeaways:

  • IHSG mencetak rekor baru ke level 9.174 pada 20 Januari 2026.
  • Ketika pasar mencapai level all time high (ATH), investor perlu meninjau portofolionya, memastikan alokasi aset sesuai dengan tujuan investasi.
  • Euforia pasar dapat memicu fenomena fear of missing out (FOMO) yang sering kali mendorong keputusan investasi tanpa pertimbangan analitis.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak tonggak sejarah baru ke level psikologis 9.000 pada 08 Januari 2026, kemudian lanjut menguat dan kembali mencatat all-time high baru ke hingga 9.174 pada 20 Januari 2026, atau menguat 5,77% secara year-to-date (ytd).

Sentimen positif yang mendorong penguatan ini tidak hanya berasal dari investor domestik, tetapi juga dari investor asing yang kembali menunjukkan minat terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi. Beberapa faktor fundamental turut memperkuat pergerakan IHSG, antara lain kenaikan signifikan saham konglomerasi, kinerja solid sektor perbankan dan konsumsi, lonjakan harga komoditas emas, serta meningkatnya kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah.

Sebagai dampak dari penguatan tersebut, per 21 Januari 2026, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencatatkan rekor tertinggi, menembus angka Rp16.560 triliun. Hal ini menunjukkan konsistensi kenaikan kapitalisasi pasar yang tercipta di tengah optimisme investor terhadap masa depan ekonomi nasional.

Menyusun Strategi saat IHSG di Level ATH 9000

Saat IHSG menyentuh level all time high (ATH), Anda perlu menyusun strategi investasi yang realistis dan terukur. Meskipun pencapaian IHSG yang menembus level 9.000 merupakan hal yang luar biasa, namun penting bagi Anda untuk tetap waspada dan tidak terlalu larut dalam euforia.

Strategi investasi yang baik harus didasarkan pada pertimbangan yang matang, agar Anda dapat tetap rasional dalam mengambil keputusan di tengah optimisme pasar yang tinggi. Berikut beberapa langkah strategis yang dapat Anda pertimbangkan:

1. Evaluasi kembali portofolio Anda

Saat IHSG berada di level tinggi, penting bagi Anda untuk mengevaluasi ulang portofolio yang dimiliki. Apakah komposisi aset Anda masih sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi? IHSG yang menembus level 9.100 an pada 20 Januari 2026 didorong oleh lonjakan sejumlah saham, termasuk Astra International Tbk (ASII) hingga saham blue chip dan konglomerasi lainnya.

Dari kondisi tersebut, Anda perlu evaluasi kembali bobot antara saham, obligasi, dan instrumen lainnya dalam portofolio Anda. Jika porsi investasi Anda terlalu terfokus pada saham-saham yang telah mengalami kenaikan yang tinggi, pertimbangkan untuk melakukan rebalancing portofolio untuk meminimalisir risiko dan memaksimalkan keuntungan.

2. Hindari FOMO dan tetap kedepankan analisis

Kenaikan IHSG ke level ATH berpotensi memicu fenomena fear of missing out (FOMO). Anda mungkin ingin segera masuk ke saham yang sudah melesat tinggi tanpa memperhitungkan valuasi atau melakukan analisis fundamental sebagai acuan. Euforia pasar dapat mendorong pengambilan keputusan investasi yang tidak rasional.

Sebagai contoh, saat IHSG menyentuh level ATH 9.174 pada 20 Januari 2026, ada saham yang mencatatkan kenaikan signifikan. Salah satunya adalah saham VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), yang ditutup di harga Rp1.200 atau naik sebesar 16,50% dibandingkan hari sebelumnya. 

Dalam situasi seperti ini, sangat penting bagi Anda untuk tetap disiplin pada strategi investasi berbasis analisis fundamental. Tinjau kembali indikator fundamental seperti rasio keuangan, yakni price to earnings ratio (PER), liquidity ratio, price to book value (PBV), net profit margin, serta proyeksi pertumbuhan dan profitabilitas emiten yang ingin Anda miliki. Hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen pasar sesaat atau karena khawatir ketinggalan momentum.

3. Siapkan dana cadangan untuk koreksi

Pasar saham tidak selalu bergerak dalam tren bullish. Ketika IHSG menyentuh rekor tertinggi di level 9.174 pada 20 Januari 2026, optimisme pasar memang berada di puncaknya. Namun, penting untuk diingat bahwa kenaikan ini bisa diikuti oleh fase koreksi atau fluktuasi harga yang signifikan.

Anda perlu menyiapkan dana cadangan dalam bentuk kas atau instrumen likuid lainnya. Dana ini berguna untuk merespons situasi ketika pasar mengalami penurunan, sehingga Anda memiliki fleksibilitas untuk membeli saham-saham berkualitas di harga yang lebih rendah. 

Dengan adanya dana cadangan, Anda tidak perlu terburu-buru menjual saham saat pasar sedang koreksi. Pada saat ini, Anda akan diuji untuk menentukan harga beli kembali saat koreksi untuk memperkecil potensi capital loss dan harapannya harga saham bisa rebound untuk mengambil keuntungan.

4. Perhatikan sentimen global dan faktor eksternal

Kinerja IHSG tidak terlepas dari pengaruh faktor global seperti arah suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta pergerakan harga komoditas dunia. Perubahan dan fenomena tersebut dapat berdampak langsung terhadap arus modal asing dan tingkat volatilitas pasar saham domestik.

Sebagai catatan, kenaikan IHSG ke level 9.100 pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu diperkuat oleh masuknya dana asing ke pasar saham Indonesia. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp474,5 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pasar saham domestik. Aliran dana asing ini menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks secara berkelanjutan.

Pada tanggal tersebut, IHSG berhasil bertahan di atas level psikologis 9.000 dan ditutup di posisi 9.075. Momentum positif ini berlanjut ke beberapa hari berikutnya, Senin, 20 Januari 2026, ketika IHSG kembali menguat mencapai level tertingginya di level 9.174. Kenaikan tersebut mengindikasikan bahwa sentimen positif investor masih berlanjut, seiring dengan keyakinan terhadap prospek ekonomi nasional dan stabilitas makro yang terjaga.

Namun, Anda tetap perlu mencermati dinamika global secara berkala. Misalnya, apabila The Fed mulai mengetatkan kebijakan moneternya melalui kenaikan suku bunga acuan, maka arus modal berpotensi kembali ke negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan berpotensi menyebabkan tekanan outflow pada IHSG.

5. Gunakan pendekatan dollar cost averaging

Jika Anda tetap ingin menambah kepemilikan saham meskipun IHSG berada pada level yang tinggi, lakukan secara bertahap. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah metode dollar cost averaging (DCA), yaitu melakukan pembelian saham secara rutin dalam waktu tertentu.

Strategi ini membantu Anda memperoleh harga rata-rata yang lebih optimal dan mengurangi risiko terjadinya pembelian di harga tinggi. Pendekatan ini juga efektif untuk meredam dampak volatilitas jangka pendek, terutama ketika pasar sedang bergerak fluktuatif.

Metode DCA sesuai bagi Anda yang memiliki orientasi investasi jangka panjang dan percaya pada prospek pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan. Dengan disiplin menerapkan strategi ini, Anda dapat membangun portofolio secara lebih stabil dan berkelanjutan.

Meskipun IHSG menembus level 9.000, bukan berarti Anda bisa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi. Hal ini harus disikapi dengan strategi yang rasional, disiplin, dan berdasar pada analisis yang komprehensif. Anda perlu secara rutin mengevaluasi portofolio, menghindari keputusan yang dilandasi euforia, dan tetap berfokus pada kekuatan fundamental aset yang Anda miliki.

Di sisi lain, langkah-langkah seperti menyiapkan dana cadangan, melakukan rebalancing portofolio, serta memantau kondisi makroekonomi global, dapat membantu memperkuat daya tahan portofolio Anda terhadap berbagai skenario pasar. Strategi yang terukur dan terencana akan membuat Anda tetap berada di jalur yang benar, bahkan ketika pasar berada dalam fase penuh optimisme.

Bagi Anda yang menginginkan pengelolaan investasi yang lebih terarah dan optimal, berinvestasi di reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang tepat. Manajer investasi (MI) profesional akan mengelola portofolio secara aktif sesuai dengan dinamika pasar yang terjadi. MI memiliki keahlian dalam menganalisis peluang, menyusun alokasi aset, serta menyesuaikan strategi saat kondisi pasar berubah, sehingga Anda dapat lebih tenang dalam menghadapi volatilitas pasar.

Ada beragam reksa dana saham di Makmur yang bisa Anda pertimbangkan, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 22 Januari 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 8,82% dalam 1 bulan terakhir, jauh melampaui IHSG yang naik 3,45% dalam periode yang sama. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *