Ilustrasi Bank Indonesia (Sumber: ASSY from Pixabay)
Salah satu kebijakan moneter yang bisa dilakukan oleh Negara untuk mengontrol laju inflasi yaitu dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau yang biasa disebutkan sebagai 7-Day Reverse Repo Rate.
Setelah pengumuman resmi dari Pemerintah untuk pelonggaran aturan pemakaian masker dan juga penghapusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dapat kita lihat bersama bahwa aktivitas ekonomi Indonesia sudah mulai berjalan normal bahkan ada beberapa sektor yang mengalami laju yang sangat kencang sehingga menyebabkan tingkat permintaan yang sangat tinggi di sektor tersebut. Hal ini membuat terjadinya inflasi yang masif dimulai dari segmen bisnis yang dulunya tidak dapat dilakukan sepanjang masa-masa PPKM.
Dengan pesatnya pertumbuhan inflasi tersebut, tidak tertutup kemungkinan bagi Pemerintah untuk mempertimbangkan untuk meningkatkan suku bunga acuan BI. Apakah yang terjadi apabila Suku Bunga Acuan Bank Indonesia dinaikkan terhadap kinerja Reksa Dana?
Jika Suku Bunga Acuan BI Naik, Gimana dengan kinerja Reksa Dana?
Pertama kita perlu mengetahui bahwa jika suku bunga acuan dinaikkan maka tingkat suku bunga bank akan turut ikut naik. Bukan hanya bunga tabungan dan deposito yang akan naik, namun bunga kredit pinjaman juga akan naik.
Naiknya bunga tabungan dan deposito akan sangat berdampak ke isi portofolio Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) yang dimana berisikan instrumen-instrumen Pasar Uang seperti Tabungan dan Deposito. Hal ini akan berdampak positif dengan pertumbuhan kinerja Rekda Dana Pasar Uang yang akan turut mengalami kenaikan performa.
Namun perlu diingat bahwa bukan hanya bunga Tabungan dan Deposito yang naik, namun bunga kredit pinjaman juga ikut naik. Dengan naiknya bunga kredit pinjaman, dengan kata lain perusahaan-perusahaan dengan skala mikro hingga jumbo juga akan terdampak dari kenaikan bunga kredit ini.
Dalam hal ini dampak naiknya bunga kredit tentu ke arus pembayaran yang meningkat, dengan kata lain keuangan perusahaan yang mengandalkan modal pinjaman bisa mengalami penurunan keuntungan bersih yang tentu akan berdampak ke laporan keuangan perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang kurang bagus tentu akan mempengaruhi sebagian investor yang menganut prinsip fundamental sehingga hal ini bisa berdampak negatif ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita.
Jadi apabila Suku Bunga Acuan dinaikkan, bagi kalian yang ingin investasi jangka pendek maka Reksa Dana Pasar Uang tetap menjadi pilihan utama dibanding dengan Reksa Dana Saham yang memiliki risiko jauh lebih tinggi dibanding RDPU.
Yuk mulailah berinvestasi Reksa Dana di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Baca juga: Strategi Terbaik Ketika Melihat Portofolio Reksa Dana Saham Minus
