Key Takeaways:
- Rasio Treynor membantu Anda menilai apakah portofolio investasi memberikan imbal hasil yang layak dibandingkan dengan risiko pasar yang diambil.
- Rasio Treynor sangat berguna untuk membandingkan beberapa portofolio atau produk investasi, terutama jika Anda ingin memilih manajer investasi (MI) yang lebih efisien dalam mengelola risiko.
- Investor menggunakan rasio Treynor sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan berbasis data.
Rasio Treynor adalah salah satu metode yang digunakan oleh investor untuk mengukur kinerja investasi dengan memperhitungkan risiko. Rasio ini pertama kali diperkenalkan oleh Jack Treynor, seorang ahli teori keuangan yang berperan penting dalam pengembangan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Rasio Treynor dipakai oleh investor yang ingin mengevaluasi apakah suatu portofolio investasi memberikan hasil yang optimal.
Cara Menggunakan Rasio Treynor
Rasio Treynor mengukur imbal hasil investasi dibandingkan dengan risiko yang diambil. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung dan menggunakan rasio Treynor dalam berinvestasi:
1. Menentukan imbal hasil portofolio
Pertama-tama, Anda perlu mengetahui imbal hasil (return) portofolio investasi Anda selama periode tertentu, misalnya selama setahun. Imbal hasil ini dapat diperoleh dari data pasar atau laporan keuangan.
2. Menentukan imbal hasil risk-free (suku bunga bebas risiko)
Selanjutnya, Anda harus mengetahui imbal hasil dari aset bebas risiko, seperti obligasi pemerintah atau deposito bank. Imbal hasil ini digunakan sebagai pembanding untuk menghitung keuntungan tambahan yang dihasilkan oleh investasi Anda.
3. Menghitung beta portofolio
Beta menggambarkan sensitivitas suatu portofolio terhadap perubahan pasar. Jika beta lebih besar dari 1, portofolio lebih volatil dibandingkan pasar, sedangkan jika beta kurang dari 1, portofolio lebih stabil. Beta dapat dihitung dengan membandingkan pergerakan harga aset dengan pergerakan pasar secara keseluruhan.
Salah satu cara untuk mendapatkan beta portofolio adalah melalui regresi historis. Caranya adalah dengan membandingkan return portofolio Anda dengan return pasar (misalnya IHSG) selama periode tertentu, seperti 1 hingga 3 tahun.
Anda melakukan regresi linier dengan:
- X = return pasar
- Y = return portofolio
Hasil regresi tersebut menghasilkan sebuah garis. Kemiringan garis regresi itulah nilai beta, misalnya 1,2. Artinya portofolio bergerak 1,2 kali lebih volatile dibanding pasar.
4. Menghitung rasio Treynor
Rumus untuk menghitung rasio Treynor adalah sebagai berikut:
| Rasio Treynor = (Rp – Rf) / βp |
Keterangan:
- Rp = Imbal hasil portofolio (return portofolio).
- Rf = Imbal hasil bebas risiko (return aset bebas risiko, seperti obligasi pemerintah atau deposito).
- βp = Beta portofolio (mengukur volatilitas portofolio terhadap pasar secara keseluruhan).
Contoh perhitungan rasio Treynor
Misalkan Anda memiliki portofolio investasi dengan data berikut:
- Imbal hasil portofolio (Rp) = 15%
- Imbal hasil bebas risiko (Rf) = 5%
- Beta portofolio (βp) = 1,2
Untuk menghitung rasio Treynor, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
Kurangkan imbal hasil portofolio dengan imbal hasil bebas risiko:
- 15% – 5% = 10%
Bagi hasilnya dengan beta portofolio:
- 10% / 1,2 = 8,33%
Jadi, rasio Treynor Anda adalah 8,33%. Berarti, setiap risiko (diukur dengan beta) yang Anda ambil, menghasilkan return 8,33%. Dengan demikian, rasio ini dapat membantu Anda mengevaluasi apakah portofolio Anda memberikan hasil yang optimal dibandingkan dengan risiko yang dihadapi.
5. Mengevaluasi hasil rasio Treynor
Hasil rasio Treynor yang lebih tinggi menunjukkan bahwa portofolio Anda memberikan imbal hasil yang lebih baik per unit risiko pasar. Sebaliknya, rasio yang lebih rendah menandakan bahwa portofolio Anda kurang efisien dalam menghasilkan keuntungan sebanding dengan risiko yang diambil.
Manfaat dari Rasio Treynor
Rasio Treynor memiliki beberapa manfaat yang dapat membantu Anda dalam proses pengambilan keputusan investasi:
1. Mengevaluasi kinerja dengan risiko sistematis
Rasio ini sangat berguna untuk menilai kinerja portofolio ketika dihadapkan dengan risiko secara keseluruhan. Dengan kata lain, rasio Treynor memungkinkan Anda untuk melihat apakah imbal hasil yang diperoleh sebanding dengan risiko pasar yang diambil.
2. Membandingkan portofolio yang berbeda
Dengan menggunakan rasio Treynor, Anda dapat membandingkan kinerja beberapa portofolio investasi dengan cara yang lebih terukur. Jika Anda memiliki beberapa pilihan investasi dengan risiko yang berbeda, rasio Treynor membantu Anda memilih portofolio yang lebih efisien.
3. Mengukur pengelolaan risiko manajer investasi
Rasio Treynor juga menunjukkan seberapa baik pengelolaan risiko yang dilakukan oleh manajer investasi (MI) reksa dana. Jika rasio Treynor suatu produk reksa dana lebih tinggi, berarti MI mampu memberikan imbal hasil yang lebih baik dengan tingkat risiko yang lebih rendah.
4. Alat ukur bagi investor institusional
Rasio Treynor sering digunakan oleh investor institusional atau MI yang mengelola dana dalam jumlah besar. Rasio ini memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa baik suatu portofolio dapat mengatasi risiko yang dihadapi di pasar.
5. Membantu pengambilan keputusan investasi yang rasional
Dengan menggunakan rasio Treynor, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih rasional dan berbasis data. Hal ini penting agar Anda tidak hanya melihat imbal hasil semata, tetapi juga mempertimbangkan seberapa besar risiko pasar yang Anda ambil.
Rasio Treynor adalah metode penting untuk mengevaluasi apakah suatu portofolio memberikan imbal hasil yang layak terhadap risiko pasar yang ditanggung. Dengan menghitung dan memahami rasio ini, Anda bisa menilai apakah investasi Anda dikelola secara efisien.
Jika Anda berencana untuk berinvestasi di reksa dana saham, rasio Treynor dapat menjadi salah satu metode yang Anda gunakan untuk mengevaluasi kinerja MI. Untuk memudahkan Anda, platform seperti Makmur telah mengkurasi berbagai produk reksa dana dan asset management secara profesional. Anda bisa menganalisis kinerjanya karena di Makmur Anda bisa melihat pertumbuhannya secara historis.
Seperti Sucorinvest Maxi Fund misalnya, berdasarkan data 28 November 2025, reksa dana ini memiliki imbal hasil sebesar 24,92% dalam 3 bulan terakhir, 42,04% secara year-to-date (ytd), 40,39% dalam 1 tahun terakhir, dan dalam 5 tahun terakhir kinerjanya bertumbuh 63,62%.
*kinerja masa lalu tidak mencerminkan performa di masa depan
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Leave a Reply