Menghadapi Saham dengan Status Full Call Auction (FCA), Apa Strategi Investor yang Tepat?

Key Takeaways:

  • Mekanisme Full Call Auction (FCA) diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK).
  • Saham yang masuk ke dalam Papan Pemantauan Khusus diidentifikasi berdasarkan 11 kriteria.
  • Investor yang memiliki saham dengan status FCA perlu mendahulukan manajemen risiko, baik dalam menambah porsi saham maupun melepas saham.
  • Bagi investor yang sudah memegang saham dengan status FCA, evaluasi terhadap prospek perusahaan dan keterbukaan informasi menjadi kunci.

Status Full Call Auction (FCA) merupakan mekanisme perdagangan khusus yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Melalui mekanisme ini, perdagangan saham tidak lagi dilakukan seperti biasa di Pasar Reguler, melainkan hanya pada waktu tertentu melalui proses lelang. Bagi investor yang memiliki saham dengan status FCA, perlu memahami potensi risiko yang dapat terjadi, baik dari sisi fundamental perusahaan yang memburuk maupun likuiditas saham yang rendah, sehingga saham menjadi sulit dijual.

Penyebab Saham Masuk ke Papan Pemantauan Khusus

Papan Pemantauan Khusus dibentuk sebagai sarana pengawasan BEI terhadap saham yang dinilai memiliki kondisi tidak normal atau berisiko tinggi. Pencantuman suatu saham ke dalam papan ini didasarkan pada kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Perusahaan dapat dikenakan kriteria tertentu apabila memenuhi satu atau lebih kondisi berikut:

Tabel 1: Notasi Saham di Papan Pemantauan Khusus

Sumber: IDX

Saham yang Ada pada Papan Pemantauan Khusus

Berdasarkan data per 2 Februari 2026, terdapat beberapa saham yang masuk dalam pemantauan khusus dan diperdagangkan dengan mekanisme FCA. Pemahaman atas kondisi masing-masing emiten menjadi kunci sebelum Anda mengambil tindakan.

1. PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)

Sebagai gambaran awal, saham PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) berada pada kriteria 1, 3, 6, dan 8. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi kombinasi masalah harga saham yang sangat rendah, kinerja pendapatan yang tidak memadai, ketidakpatuhan terhadap ketentuan free float, serta permasalahan hukum atau keuangan serius berupa proses PKPU atau pailit.

Jika Anda memiliki saham SBAT, langkah yang perlu Anda lakukan adalah menilai kembali tujuan investasi Anda secara realistis. Dengan kondisi seperti ini, potensi pemulihan cenderung bersifat spekulatif dan sangat bergantung pada aksi korporasi atau restrukturisasi yang optimal oleh emiten. Anda perlu memantau keterbukaan informasi perusahaan dengan cermat, menghindari penambahan posisi tanpa dasar fundamental yang jelas, serta mempertimbangkan pengelolaan risiko melalui pembatasan eksposur agar kerugian tidak semakin besar.

2. PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI)

Sebagai contoh berikutnya, saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) masuk dalam kriteria 1. Notasi saham tersebut mencerminkan masalah pada rendahnya likuiditas transaksi.

Jika Anda memiliki saham TAXI, tindakan yang perlu dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prospek keberlangsungan usaha perusahaan. Jika perusahaan memiliki prospek yang masih menarik, saham ini berpotensi diapresiasi oleh investor. Dalam kondisi seperti ini, Anda sebaiknya menghindari keputusan berbasis spekulasi jangka pendek dan lebih fokus pada perlindungan modal, termasuk mempertimbangkan opsi keluar apabila likuiditas pada sesi FCA memungkinkan.

Sebagai panduan, jika Anda ingin membeli saham dengan status FCA, diperlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan saham lain. Anda perlu menempatkan manajemen risiko sebagai prioritas, membatasi alokasi dana pada saham berisiko tinggi. Selain itu, Anda perlu hanya mengambil keputusan berdasarkan informasi resmi dari BEI dan keterbukaan informasi emiten, bukan rumor pasar.

Status Full Call Auction merupakan sinyal peringatan bahwa saham tersebut memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan saham di Pasar Reguler. Anda perlu memahami penyebab saham masuk ke Papan Pemantauan Khusus, mengevaluasi kondisi masing-masing emiten secara objektif, serta menerapkan strategi yang disiplin dan berbasis manajemen risiko. Dengan pendekatan yang hati-hati dan terukur, Anda dapat meminimalkan potensi kerugian sekaligus menjaga kualitas keputusan investasi Anda di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

Penting untuk diingat, investasi saham selalu melibatkan risiko tinggi. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu atau keahlian untuk melakukan analisis fundamental secara mendalam, Anda bisa mempertimbangkan untuk investasi di reksa dana saham. Manajer Investasi (MI) di reksa dana saham memiliki keahlian dan pengalaman dalam meminimalkan potensi risiko dan mendapatkan imbal hasil yang optimal. 

Ada beragam reksa dana saham yang bisa Anda beli melalui Makmur, salah satunya Sucorinvest Sustainability Equity Fund. Berdasarkan data per 10 Februari 2026, reksa dana tersebut bertumbuh 57,50% dalam satu tahun terakhir. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *